Bangsa Kasihan

Kasihan bangsa yang mengenakan pakaian yang tidak ditenunnya,
memakan roti dari gandum yang tidak ia panen
dan meminum anggur yang ia tidak memerasnya.

Kasihan bangsa yang menjadikanorang dungu sebagai pahlawan, 
dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah.

Kasihan bangsa yang nmeremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika ia tidur,
sementara menyerah padanya ketika bangun.

Kasihan bangsa yang tak pernah angkat suara 
kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan
dan tidak berontak ketika lehernya sudah berada diantara pedang dan landasan.

Kasihan bangsa yang negarawannya serigala,
filosofnya gentong nasi, senimannya tukang tambal dan tukang tiru.

Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya dengan terompet kehormatan namun melepasnya dengan cacian,
hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan terompet baru lagi.

Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu menghitung tahun-tahun berlalu dan kuatnya masih dalam gendongan.

Kasihan bangsa yang terpecah-pecah,
dan masing-masing pecahaan menganggap dirinya sebagai bangsa. 

(Kahlil Gibran, 2015)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diriku Menasihatiku (1)

Tuhan Maha Cinta

penuh Warna