KERJA
Kerja
Kahlil Gibran,
2015 (196-199)
Dengan bekerja
engkau dapat mengikuti dan dekat dengan jiwa dunia.
Pengangguran akan menjadikanmu terasing diantara musim-musim, membawamu ke
luar dari iring-iringan kehidupan yang berbaris penuh kemuliaan, dalam
kepatuhan yang penuh kebanggaan, menuju keabadian.
Ketika bekerja engkau adalah seruling yang menjadikan bisikan-bisikan waktu
menjadi nyanyian
Ataukah engkau ingin menjadi sebatang bambu, yang sepi dan dungu, ketika yang lain bernyanyi bersama paduan?
Selalu engkau diberi tahu bahwa bekerja adalah hina dan bekarya adalah sial
Tapi, aku katakan padamu bahwa ketika bekerja engkau sedang mewujudkan
mimpi terindah milik dunia, yang selalu menuntut kepadamu kapan mimpi itu akan
terwujud
Dengan selalu bekerja engkau akan berada dalam dekapan kehidupan yang sedang mencinta
Dan dalam bercinta dengan kehidupan melalui kerja engkau telah terlibat dengannya dengan cara
yang paling intim dan rahasia.
Tapi jika rasa sakitmu telah melahirkan penderitaan dan dukungan daging
menjadi kutukan yang tertulis di alismu, maka aku menjawab bahwa tidak ada
keindahan selain alismu sendiri yang menghapuskan apa yang sudah tertulis itu.
Engkau telah diberi tahu bahwa hidup adalah kegelapan, dan dalam
kekhawatiranmu, engkau mengumandangkan apa yang telah dikatakan kepadamu dengan
ketakutan
Dam aku mengatakan bahwa kehidupan memang kegelapan jika tanpa keinginan
Dan semua keinginan adalah buat jika tanpa
pengetahuan,
Dan semua pengetahuan adalah kosong jika tanpa
disertai kerja
Dan semua kerja adalah hampa kecuali jika ada Cinta;
Dan jika kamu bekerja dengan Cinta,
maka engkau sedang mengikatkan diridengan dirimu sendiri, dengan orang
lain, dan dengan Tuhan.
Dan apakah bekerja dengan
cinta itu ?
Ia adalah menenun kain dengan benang-benang dari hatimu, seakan kekasihmu
yang akan mengenakannya
Membangun rumah dengan batu-batu dari jantungmu, seakan kekasihmu yang akan
menempatinya
Menabur benih dengan penuh kelembutan dan memetik panen dengan rasa senang,
seakan kekasihmu yang akan menjadikan buah-buahan itu sebagai hidnagannya
Meneguhkan segala yang telah kaubangun dengan hembusan rohmu sendiri
Dan mengetahui bahwa orang-orang telah mati sedang berdiri bersamamu dan
mengamati
Sering kali aku mendengar engkau berkata, seperti sedang mengigau dalam
tidurmu,”Siapa yang bekerja dengan pualam, dan menemukan bentuk jiwanya sendiri
dalam bebatuan itu, lebih mulia dari mereka yang membajak tanah.”
“dan siapa yang merenggut pelangi, dan membaringkannya di atas kain dalam kemiripan manusia, lebih utama
dari para pembuat sepatu untuk alas kaki kita.”
Tapi aku berkata, bukan dalam tidur, tapi dengan sepenuh kesadaran di
siang hari, bahwa angin tidak bertiup
lebih indah pada pohon lak raksasa dibanding pada bilah-bilah rerumputan;
Dan hanya Dia Yang Agung yang mampu mengubah suara sang angin menjadi lebih
merdu dengan cintanya.
Kerja membuat cinta menjadi nyata
Dan jika kamu tidak
dapat bekerja dengan cinta, dan hanya dengan rasa enggan engkau bekerja, maka
lebih baik bagimu meninggalkan kerjamu itu dan duduk di gerbang kuil untuk
meminta sedekah dan orang-orang bekerja dengan gembira
Karena jika engkau membuat roti dengan masa bodoh,
engkau telah memasak roti pahit yang hanya dapat menghilangkan separo lapar
manusia
Dan jika engkau menaruh rasa dendam dalam penggilingan
anggur, maka engkau telah menanam racun dalam keharuman nikmatnya
Dan jika engkau bernyanyi untuk para bidadari tapi
jika bukan cinta yang engkau nyanyikan, maka engkau, engkau menggaduhkan telinga
manusia dari mendengar nyanyian siang dan alunan malam.
Komentar
Posting Komentar