Bukan Menghilang tapi Melepaskan

Pernah Aku merasakan cinta pada seseorang.
Tiap kali Aku memikirkannya, mengingatnya, ingin tahu setiap apa yang dia kerjakan, khawatir bila dia kenapa-kenapa.
Setelah itu Aku temukan bacaan dari penulis Darwis Tere Liye

"hakikat cinta adalah melepaskan. semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya. percayalah, jika memang itu cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang, ia akan kembali sendiri padamu. banyak sekali pecinta di dunia ini yang melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. malah sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia menggenggamnya erat-erat." (Tere Liye). 

Tersentak hati ini rasanya.

kemudian, Aku kembali introspeksi diri.
bagaimana diriku ini,
Apakah Ibadahku kepada-Nya semakin meningkat?
Apakah Aku lebih mencintai dirinya daripada Rabb Sang Penciptaku?
Bagaimana dengan diriku? Apakah Aku lebih banyak melakukan kebaikan?
Untuk diriku, keluargaku, dan sesama makhluk Tuhan?
Apakah Aku melakukan peningkatan dengan istilah
"Hari ini lebih baik dari hari kemarin"?
Apakah Aku sudah melakukan perbaikan pada diriku sendiri?

banyak pertanyaan yang timbul dibenak.   
terlebih lagi "Apakah hanya Aku yang mencintainya?"

Lama Aku berpikir.


setelah beberapa lama dan Ku temukan jawabannya.
ternyata Aku salah cara mencintai.
karena,
          Cinta adalah fitrah, tetapi jika bukan pada tempat dan saat yang tepat, ia harus rela menunggu hingga waktu itu tiba.

untuk itu Aku mulai untuk melepaskannya,
karena,
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.
Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.
-Tere Liye-
karena, 
Jika dua orang ditakdirkan bersama, maka dari sudut bumi manapun mereka berasal, mereka pasti bertemu.
Demikianlah.
– Tere Liye –
Aku mulai menata hati ini.
Semoga Tuhan Meridhoi keputusanku.
Akupun membaca tulisan Darwis Tere Liye karena kehendak Tuhan.
Sudah ditakdirkan untukku membaca itu.
Maka Aku memohon agar Aku diperkuat oleh-Nya, untuk selalu dilindungi karena Tuhan sebaik-baik para penjaga, dan untuk selalu ditambahkan rasa cinta kepada-Nya.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِيْ يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ  
حُبَّكَ أََحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِيْ وَأَهْلِيْ وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِ
- رواه الترمذي -
Allâhumma innî as`aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wal amalal ladzî yuballighunî hubbaka. Allahumaj ‘al hubbaka ahabba ilayya min nafsî wa ahlî wa minal mâ’il bârid 
(HR. At-Tirmidzi - 3412)
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan aku memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih kucintai daripada diriku, keluargaku, dan air yang dingin (di padang yang tandus).” (HR. At-Tirmidzi )

Aamiin
semoga Allah selalu mengingatkanku.
Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diriku Menasihatiku (1)

Tuhan Maha Cinta

penuh Warna