Aku dengan masalah. (m-asalah, ma-salah, mas-alah, masa-lah, masal-ah, masala-h)


Terkadang Aku suka merasa terpuruk. 
Seolah-olah satu-satunya manusia yang di dunia ini punya masalah berat (Aku lebay).
Aku lupa.
Aku terpuruk.
Merasa tidak ada jalan.
Pengen mundur tidak bisa.
Majupun bingung caranya gimana.
Seolah-olah alam tidak mengizinkanku untuk terus maju.
Lalu Aku diam.
Mulai berdiskusi.
.........................................................................................................................................................
Tidak.
Aku berdiskusi sendiri.
Bertanya sendiri.
Dimanapun Aku berada.
Aku diam diantara keramaian yang ada.
Tetapi tidak.
Aku tidak merasa berada dikeramaian itu.
Hatiku berbicara.
Berkata. Seolah-olah membisikkan. .
Bisikkan menuju jalan yang baik dan buruk itu selalu ada.
Lalu Aku kembali diam.
Memejamkan mata
Mulai berpikir mengarahkan agar dipilihkan yg terbaik dari hati yang paling dalam (Nurani). 
Aku percaya nurani berkata yang terbaik.
Bagaimana bisa Aku mengikuti kata nurani itu?
Tidak mudah bukan?
Kita melibatkan diri kita berbicara pada nurani kita sendiri.
..............................................................................................................................................................
aku percaya pada ayat-ayat Allah.
Sesungguhnya dibalik kesulitan itu ada kemudahan. 
ayat suci itu diulang sebanyak 2x. 
aku libatkan semuanya pada Allah. 
aku harus mulai ikhlas.
ikhlas dengan semua yang terjadi padaku,
ketika aku memilih sesuatu, aku percaya. 
pasti ada resiko dan ada untungnya. 
terkadang kita tidak menerima resiko atas apa yang menjadi pilihan kita. 
kita hanya menginginkan keuntungan saja.
aku termasuk kedalam manusia yang lupa dan inginnya untung dan enak saja, kerja nyaman tanpa resiko. 
kau tahu....
kita diuji atas pilihan kita, 
pantas tidaknya kita itu memilih dan mendapatkannya,
berat memang
tidak terima pasti ada. 
kau tahu, 
ketika sesuatu yang terjadi pada kita itu baik untuk kita, pastilah itu yang terbaik untuk kita. 
ketika sesuatu yang terjadi pada kita itu buruk untuk kita, pastilah itu yang terbaik untuk kita.
kenapa aku bisa berkata seperti itu?
jika kita mendapatkan yang baik berarti kita pantas mendapatkannya. 
jika kita mendapatkan yang buruk, kita pantas juga mendapatkannya pada saat itu. 
bukankah selalu ada kesempatan untuk memperbaiki agar mendapatkan yang terbaik?
perbaiki dahulu, ketika kita mendapatkan yang buruk itu. 
saat itulah Allah mau membelajarkan kita. 
belajar untuk dekat denganNya
belajar untuk kuat
belajar untuk ilmu
belajar untuk sabar
belajar untuk ikhlas
ikhlas dengan apapun yang terjadi
dan percaya bahwa itulah yang terbaik. 

kau tahu buah dari pembelajaran untuk mendapatkan yang baik itu?
buahnya sangaaaat maniiiiis.
membuatmu merasa bahagia. 
bagaimana tidak?
kau sangat dekat denganNya. 
karena sedikit-sedikit kau memanggilNya.
Yaa ALLAH sedikit-sedikit Yaa ALLAH
sebentar lagi Yaa ALLAH.
kau berbicara dalam hati YAA ALLAH ini gimana sih...?
Yaa ALLAH aku ini hambaMu yang bingung. 
Yaa ALLAH tolong aku.
Yaa ALLAH gimana jalannya?
Yaa ALLAH tunjukkanlah aku jalan yang lurus. 
jalan yang Engkau ridhoi. 
Yaa ALLAH aku capek.
Yaa ALLAH aku ikhlas apapun yang terjadi.
Yaa ALLAH apapun yang terjadi padaku, pilihanku, keputusanku Ridhoilah bantulah aku hambaMu ini yang tidak berdaya. 
Yaa ALLAH aku ini kecil mungil tak berdaya ini. seperti debu, mohon kesehatan, ilmu, keselamatan dan rezeki yang tak disangka-sangka dariMu. 
Yaa ALLAH lindungilah aku hambaMu ini. 
Yaa ALLAH kuatkanlah aku; fisik, rohani, dan imanku.
aamiin

itulah caraku ketika aku diam
dan bertanya pada nuraniku. 
aku selalu melibatkan ALLAH Sang Pencipta nurani itu. 

begitulah keindahan kisah yang kurasakan. 
ini ceritaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diriku Menasihatiku (1)

Tuhan Maha Cinta

penuh Warna