Urtikaria
Berbagi Cerita Semoga bermanfaat.
Tanggal 16 Juli 2018
Abangku tiba-tiba sepulang dari olah raga tennis, dia mengeluh gara-gara badannya timbul bentol merah yang lebar dan itu sangat gatal.
karena aku mengantuk sekali saat itu waktu menunjukkan pukul 01:00 AM.
aku tidur aja.
pagi-pagi aku bangun, langsung nanya ke Mak (Ibu)
"kenapa abang semalam mak?" kataku
Mak "dia kena kaligato (kaligata/Urtikaria), mak di bangunin dia sampe 3x semalam gara-gara gatal sekali"
dalam hatiku berkata "seorang ibu tidak akan tega melihat anaknya menderita. tapi kenapa abang manja sekali ?"
17-20 juli 2018 ada kegiatan residensi numerasi di Rumah Baca Evergreen. Aku dan kak Mei memutuskan untuk menginap di rumah kak Ully salah satu relawan.
setelah itu,
tanggal 19 Juli 2018
tepat malam harinya aku yang kena si kaligata/Urtikaria itu.
aku tidak ingin mengeluh ke para relawan tangguh.
biar saja menderita sendirian.
tidur dengan kipas angin menyala takutnya banyak nyamuk.
ketika mau tidur Aku berkata dalam hati " Yaa Allah, Engkau uji hamba dengan ujian yang sama seperti abang hamba. padahal hamba hanya berkata dalam hati. Sungguh Engkau Maha Mendengar Maha Menguji hamba. sangatlah teruji bahwa Engkau benar-benar ada di dekat hamba & mendengar suara hati hamba".
Astaghfirullah wa atuubuu ilaihi.
selanjutnya, mulai bertekad untuk tidak menyusahkan gara-gara kaligata ini.
menghindari kipas angin.
menghindari tempat dingin & sejuk.
menghindari berkeringat banyak.
berusaha untuk tetap tidur nyenyak, walaupun gatal-gatalnya menyerang.
berusaha untuk tidak garuk-garuk walaupun amat gatal & takut nyebar juga.
berusaha untuk tetap mandi shubuh.
yaa Allah...
mudah sekali cara Engkau mengujiku.
siang tanggal 20 Juli 2018 hari terakhir kegiatan residensi.
Aku baru bilang kalo saat ini sedang di serang Kaligata/Urtikaria.
pada saat malam hari 20 Juli 2018
aku sudah tidur di rumah.
dan tetap berusaha untuk tidur nyenyak.
pagi 21 juli 2018
bertanya pada mak "mak adek tidur nyenyak atau mengeluh gatal-gatal?"
mak menjawab "tidur nyenyak"
alhamdulillah tidak mengganggu waktu tidur mak.
dalam hati "sebenarnya mau ngeluh tapi udah bertekad".
alhamdulillah, benar-benar nikmat ujian ini. '
ada hikmah di balik pembelajaran Kaligata/Urtikaria.
aku belajar jangan ngomong sembarangan walaupun di dalam hati.
karena Allah Maha Mendengar,
karena Allah Maha Menguji.
hingga akhirnya aku harus ikut ujian ini.
ternyata tidak hanya di Makkah saja kita harus menjaga lisan & pikiran .
ternyata nyata adanya, aku di uji dengan lisan & pikiran walaupun tak terucap sedang aku tidak berada di Makkah.
Alhamdulillah
aku bisa mengambil hikmah dari Kaligata/Urtikaria ini.
astaghfirullah.
maafkan hamba Yaa Robb
semoga bermanfaat.
Tanggal 16 Juli 2018
Abangku tiba-tiba sepulang dari olah raga tennis, dia mengeluh gara-gara badannya timbul bentol merah yang lebar dan itu sangat gatal.
karena aku mengantuk sekali saat itu waktu menunjukkan pukul 01:00 AM.
aku tidur aja.
pagi-pagi aku bangun, langsung nanya ke Mak (Ibu)
"kenapa abang semalam mak?" kataku
Mak "dia kena kaligato (kaligata/Urtikaria), mak di bangunin dia sampe 3x semalam gara-gara gatal sekali"
dalam hatiku berkata "seorang ibu tidak akan tega melihat anaknya menderita. tapi kenapa abang manja sekali ?"
17-20 juli 2018 ada kegiatan residensi numerasi di Rumah Baca Evergreen. Aku dan kak Mei memutuskan untuk menginap di rumah kak Ully salah satu relawan.
setelah itu,
tanggal 19 Juli 2018
tepat malam harinya aku yang kena si kaligata/Urtikaria itu.
aku tidak ingin mengeluh ke para relawan tangguh.
biar saja menderita sendirian.
tidur dengan kipas angin menyala takutnya banyak nyamuk.
ketika mau tidur Aku berkata dalam hati " Yaa Allah, Engkau uji hamba dengan ujian yang sama seperti abang hamba. padahal hamba hanya berkata dalam hati. Sungguh Engkau Maha Mendengar Maha Menguji hamba. sangatlah teruji bahwa Engkau benar-benar ada di dekat hamba & mendengar suara hati hamba".
Astaghfirullah wa atuubuu ilaihi.
selanjutnya, mulai bertekad untuk tidak menyusahkan gara-gara kaligata ini.
menghindari kipas angin.
menghindari tempat dingin & sejuk.
menghindari berkeringat banyak.
berusaha untuk tetap tidur nyenyak, walaupun gatal-gatalnya menyerang.
berusaha untuk tidak garuk-garuk walaupun amat gatal & takut nyebar juga.
berusaha untuk tetap mandi shubuh.
yaa Allah...
mudah sekali cara Engkau mengujiku.
siang tanggal 20 Juli 2018 hari terakhir kegiatan residensi.
Aku baru bilang kalo saat ini sedang di serang Kaligata/Urtikaria.
pada saat malam hari 20 Juli 2018
aku sudah tidur di rumah.
dan tetap berusaha untuk tidur nyenyak.
pagi 21 juli 2018
bertanya pada mak "mak adek tidur nyenyak atau mengeluh gatal-gatal?"
mak menjawab "tidur nyenyak"
alhamdulillah tidak mengganggu waktu tidur mak.
dalam hati "sebenarnya mau ngeluh tapi udah bertekad".
alhamdulillah, benar-benar nikmat ujian ini. '
ada hikmah di balik pembelajaran Kaligata/Urtikaria.
aku belajar jangan ngomong sembarangan walaupun di dalam hati.
karena Allah Maha Mendengar,
karena Allah Maha Menguji.
hingga akhirnya aku harus ikut ujian ini.
ternyata tidak hanya di Makkah saja kita harus menjaga lisan & pikiran .
ternyata nyata adanya, aku di uji dengan lisan & pikiran walaupun tak terucap sedang aku tidak berada di Makkah.
Alhamdulillah
aku bisa mengambil hikmah dari Kaligata/Urtikaria ini.
astaghfirullah.
maafkan hamba Yaa Robb
semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar